Anggi, 24.01.4235AJ (2025) HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN LANSIA PRE- OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT MATA NTB. HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN LANSIA PRE- OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT MATA NTB, 11 (2): 48. pp. 386-399. ISSN 2621-5152
ANGGI NPM.24.04.4235.AJ.docx
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang dan Tujuan: Katarak merupakan penyebab utama kebutaan pada lansia di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan prevalensi sekitar 4%. Berdasarkan data Rumah Sakit Mata NTB, tercatat 5.217 lansia menjalani operasi katarak pada tahun 2024 dan 540 lansia pada periode Januari–Juli 2025. Operasi merupakan terapi utama untuk memulihkan penglihatan, namun banyak lansia mengalami kecemasan pra-operasi yang dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu lansia mengurangi kecemasan sebelum tindakan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan lansia pra-operasi katarak di Rumah Sakit Mata NTB.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang akan menjalani operasi katarak pada bulan September 2025 sebanyak 67 orang, dengan teknik samoling yaitu accidental sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan lansia pra-operasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi <0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (75%) memperoleh dukungan keluarga dalam kategori tinggi. Sebagian besar lansia mengalami kecemasan ringan hingga sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan lansia pra- operasi katarak.
Kesimpulan : Dukungan keluarga memiliki hubungan yang
signifikan dengan tingkat kecemasan lansia pra-operasi katarak. Semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan, semakin rendah tingkat kecemasan yang dirasakan lansia sebelum menjalani tindakan operasi. Peran aktif keluarga dalam memberikan dukungan emosional, informasi, maupun bantuan nyata sangat penting untuk membantu lansia menghadapi prosedur operasi dengan lebih tenang.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mr STIKES Mataram |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 09:36 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 09:36 |
| URI: | https://repo.stikes-mataram.ac.id/id/eprint/8 |

